
Dalam kehidupan sehari hari tak asing bagi kita dengan Kotak Karton gelombang atau Kardus. kardus ini digunkan untuk mengemas barang-barang seperti barang elektronik, minuman gelas dan botol, dan masih banyak lagi, dalam pengemasan ini tiap-tiap kardus mempunyai daya yang berbeda pantas dengan ragam barang di dalamnya seperti barang elektronik mengunakan kardus yang lebih kuat dari kardus kardus lainya supaya barang elektronik ini tak rusak atau tak lecet pada ketika pengiriman dan teladan barang lain nya yaitu barang air kemasan, pada barang ini kardus yang diterapkan mempunyai ketahanan yang semestinya kuat juga supaya bisa menjaga mutu barang didalam nya agar tak bocor. Lalu bagaimana metode kita mengenal ketahanan suatu kardus itu ? dengan memakai alat Bursting Strength.
Baca: Menjaga Kualitas dan Melestarikan Pohon Dengan Menerapkan ArborSonic 3D Acoustic Tomograph
Bursting Strength berasal dari kata Bahasa Inggris merupakan “burst” berarti meledak atau meletus, dan”strength artinya daya. Jadi dalam arti simpelnya yaitu daya yang diperlukan untuk meledakkan atau meletuskan lembaran karton gelombang atau yang umum disebut kardus hingga tembus dan retas.
Secara legal pengertian bursting strength yaitu Tenaga lembaran karton kepada energi tembus yang diterimanya sampai karton tsb. retak, atau daya optimal yang dapat dikasih pada selembar Karton hingga karton hal yang demikian retak atau pecah. Dalam bahasa Indonesia kata bursting strength umumnya diistilahkan Ketahanan Retak atau Ketahanan Tembus.
Ada dua elemen yang memberi pengaruh ketahanan retak merupakan panjang serat dan ikatan antar serat. Kian panjang serat kian besar BS kertas hal yang demikian, melainkan yang lebih berimbas yaitu ikatan antar serat. Kian banyak ikatan antar serat akan menyebabkan kertas lebih bendung kepada tekanan yang datangnya tegak lurus kepada kertas, sehingga kertas tak gampang retak. Itulah sebabnya kertas yang mengandung virgin pulp lebih banyak karenanya memiliki BS yang lebih tinggi dibanding kertas yang banyak mengandung serat daur ulang sebab ikatan antar serat pada virgin pulp benar-benar banyak.
Sebagai illustrasi simpel bayangkan anda menusukkan sebatan beda tumpul dengan arah tegak lurus diatas permukaan selembar kardus, kemudian anda tekan terus hingga lembaran kartonnya pecah atau sobek.
Baca: Uji Tarik Pohon Dengan Pulling Test
Dari illustrasi simpel itu bisa disuarakan bahwa gaya yang anda berikan pada ketika menekan hingga pecah atau sobek tadi contohnya 15 kilogram-force makan secara simpel dapat dikatakan bursting strength / bursting test kardus teresebut yaitu 15 kgf.cm.
Sistem menilai besarnya Bursting Strength yaitu dengan metode Selembar Kertas diletakkan di permukaan datar dan dikasih tekanan sebesar 5 kgf dari atas, sementara di bawah kertas diletakkan membran yang dibawahnya diletakkan cara hydraulic dengan cairan gliserin. Kemudian dikasih tekanan dari bawah dengan cara hydraulic hal yang demikian, ditambah sedikit demi sedikit hingga walhasil kertas hal yang demikian pecah. Angka tekanan hydraulic terakhir (maksimum) yang diperoleh pada ketika kertas pecah itulah yang dinamakan Bursting Strength dari kertas hal yang demikian.

Sistem Menghitung besarnya Bursting Strength Karton Box yaitu dengan menjumlahkan besarnya BS masing-masing kertas liner penyusunnya ditambah dengan 10% dari BS kertas fluting mediumnya.
Teladan : Berapa besarnya BS pada KKG dengan substance K200/M150/K200
Misal besarnya BS kertas K200 = 5.6 dan M150 = 2
Besarnya BS = 5.6+5.6+0.2 = 11.4 Kgf/cm2