Beberapa hari terakhir, cuaca ekstrim di wilayah Indonesia memberi pengaruh kegiatan pelayaran di pelabuhan-pelabuhan Tanah Air. Tak cuma aktifitas kapal penumpang, tetapi juga kegiatan yang lain. Petugas ticketing di salah satu perusahaan tour travel di Pelabuhan Parepare, Hadirman, S.E., mengatakan cuaca ekstrem membikin sejumlah penumpang beralih menumpang kapal PT Pelni dan meninggalkan kapal swasta.
Hadirman mengucapkan “Kami khawatir terjadi penumpukan penumpang di kapal-kapal Pelni sehingga melebihi kapasitas yang ada,”
Sedangkan seperti itu, General Manager PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) cabang Parepare Abdullah menjamin tidak akan terjadi penumpukan penumpang. Menurut ia, kapal Pelni mempunyai kapasitas antara tiga sampai empat ribu penumpang. Kelebihan muatan juga masih diizinkan. “Masih dapat ditoleransi jikalau cuma 30 persen dari kapasitas yang ada,” kata ia.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Nusantara Parepare, Muhammad Amir Pangi, mengatakan pihaknya menentukan siaga penuh untuk mengantisipasi cuaca buruk, padahal tidak mendirikan posko. Cuaca buruk hal yang demikian seperti angin yang sangat cepat yang dapat dinilai dengan weather station “Seluruh kemampuan yang ada kami siagakan, baik skill ataupun perlengkapan ” katanya kepada Tempo, Selasa, 21 Januari 2014.
Amir mengatakan sampai saat ini tidak ada insiden atau kecelakaan menyusul cuaca ekstrem yang beruntun. Pemilik dan awak kapal sejauh ini mematuhi imbauan untuk waspada dan menunda pelayaran jikalau situasi cuaca tidak memungkinkan. Sebab intensitas curah hujan tinggi yang dinilai dengan weather station dapat menyebabkan gelombang tinggi. Pantas prosedur, jikalau terjadi insiden pelayaran, pihaknya akan berkordinasi dengan instansi berkaitan untuk memberikan pertolongan.
Menurut Amir, maklumat pelayaran yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan telah usai sejak Senin, 20 Januari kemarin. Seiring dengan itu, cuaca di perairan Parepare terus membaik. Melainkan, mereka tetap minta pemilik dan awak kapal tetap waspada sebab cuaca sewaktu-waktu dapat berubah.
Kalau cuaca mulai memperlihatkan petunjuk-petunjuk ekstrem, KSOP memerintahkan penundaan berlayar. Kapal-kapal yang hendak melego jangkar, secara khusus untuk Kapal Layar Motor (KLM), Roll On Roll Of (Ro-Ro) serta Kapal Motor (KM). “Selama cuaca tidak memungkinkan untuk berlayar, beberapa kapal terpaksa dibatalkan keberangkatannya.”
Untuk menghindari terjadinya penumpukan kapal di dermaga, kapal-kapal yang batal berlayar dipinta berlabuh di sepanjang perairan Parepare yang dianggap aman sambil menunggu cuaca membaik. “Kapal yang berlabuh di luar tidak akan mengganggu arus pelayaran di Pelabuhan Nusantara Parepare,” kata Amir.